Cuaca

CUACA HARIAN
Powered by: BMG Wilayah I Sumbagut


Tgl: Bulan: Tahun:

Cuaca Hari Ini : Hujan Berpeluang Terjadi Pada Sore dan Malam Hari
Resume Cuaca :
Medan, 24 Oktober 2010 Adanya gangguan cuaca berupa tekanan rendah berada di samudera hindia, sehingga angin timuran cukup kuat melewati wilayah Sumatera bagian utara. Maka dari itu prakiraan cuaca untuk wilayah pantai timur dan pegunungan Sumatera Utara pada umumnya mendung pada pagi hari, tetapi dengan adanya pemanasan lokal hujan lokal berpeluang terjadi pada sore dan malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan untuk wilayah pantai barat Sumatera Utara hujan berpeluang terjadi pada sore hari dengan intensitas sedang hingga tinggi dan berpeluang disertai guntur dan angin kencang. Berikut cuaca untuk wilayah Sumatera Utara tanggal 24 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB s/d 25 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB :
KABUPATEN/
KOTA
CUACA DOMINAN HARI INI
POTENSI / TINGKAT BAHAYA
BANJIR LONGSOR KEBAKARAN
 HUTAN/LAHAN
LANGKAT
BINJAI
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN BANYAK
 
Rendah
Rendah
Rendah
 
DELI SEDANG
SERDANG BEDAGAI
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN BANYAK
 
Rendah
Sedang
Rendah
 
MEDAN
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN BANYAK
 
Rendah
Rendah
Rendah
 
TEBING TINGGI
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN BANYAK
 
Rendah
Rendah
Rendah
 
PEMATANG SIANTAR
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Sedang
Rendah
 
SIMALUNGUN
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN BANYAK
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Rendah
Sedang
 
ASAHAN
TANJUNG BALAI
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Rendah
Sedang
 
LABUHAN BATU
RANTAU PARAPAT
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Rendah
Sedang
 
TOBA SAMOSIR
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN BANYAK
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Sedang
Rendah
 
TAPANULI UTARA
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
BERAWAN BANYAK
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Rendah
Rendah
 
TAPANULI TENGAH
SIBOLGA
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN BANYAK
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Sedang
Sedang
Rendah
 
TAPANULI SELATAN
PADANG SIDEMPUAN
MANDAILING NATAL
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
BERAWAN BANYAK
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Sedang
Sedang
Rendah
 
DAIRI
PAKPHAK BHARAT
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Rendah
Rendah
 
KARO
 
Siang
:
BERAWAN BANYAK
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Rendah
Sedang
Rendah
 
NIAS
NIAS SELATAN
 
Siang
:
BERAWAN
Sore
:
PELUANG HUJAN
Malam
:
PELUANG HUJAN
Pagi
:
BERAWAN
 
Sedang
Sedang
Rendah
READ MORE - Cuaca

Pelantikan DHC'45 2010-2015

Demikian harapan Wakil Walikota P.Siantar pada pelantikan/pengukuhan Pengurus Dewan Harian Cabang Angkatan’45 periode 2010-2015 Kota P.Siantar di Gedung Juang’45, Sabtu (23/10)
Ditambahkannya, ditengah-tengah era globalisasi, kita wajib menjaga NKRI dan menumbuhkan nilai juang kepada generasi muda selanjutnya. Sesuai dengan UU No.8 tahun 1985, dan Surat edaran Mendagri tahun 2010 tentang Pendataan Organisasi dan LSM, mempunyai fungsi sebagai Fasilitator dan Dinamisator.
Pemerintah siap bermitra dengan Organisasi Kemasyarakatan dan LSM serta Pemerintah tidak dapat mengintervensi kehidupan internal suatu Organisasi. Pemerintah hanya berperan sebagai Mediator. Untuk itu, sesuai dengan Surat Edaran Mendagri tersebut, Pemerintah Kota P.Siantar memberikan sosialisasi kepada seluruh Ormas/LSM untuk memberitahukan keberadaannya, guna Pemerintah dapat memfasilitasi kegiatan Ormas / LSM.
Ketua Umum DHC’45 Sumatera Utara H Bachta Nizar SH melantik sekaligus mengukuhkan Pengurus DHC’45 periode 2010-2015 Kota P.Siantar dengan komposisi, Ketua Krisman Sinaga, Sekretaris M. Nainggolan dan Bendahara N. Aritonang.
Dandim 0207/ Simalungun diwakili Kasdim Mayor Inf TNI Mhd Iqbal Zulkarnain mengatakan bahwa selaku Prajurit dan generasi muda, wajib menghargai perjuangan para pejuang yang telah gugur, dan membina kelestarian Pancasila. Diharpkan dengan kepengurusan DHC yang baru, hendaknya dapat menciptakan rasa kekeluargaan dan kekompakan.
Hadir pada kesempatan tersebut, mantan Waslikota P.Siantar yang juga selaku Dewan Pertimbangan Purna Letkol (Purn) TNI H Laurimba Saragih, H. Burhan Nasution, para sesepuh DHC’45, Asisten III Pemko P.Siantar Dontes Simatupang SE, Ka. Ban Kesbang Linmas dan Politik Lincoln Tampubolon SH dan undangan lainnya.
READ MORE - Pelantikan DHC'45 2010-2015

Lestarikan budaya Simalungun




Harungguan Bolon (Rapat Kerja Nasional atau Rakernas) VII Partuha Maujana Simalungun (PMS), 22-23 Oktober 2010 di Auditorium Radjamin Purba, resmi dibuka oleh Ketua Umum Presidium PMS, dr Darwan Purba, Jumat (22/10) yang ditandai pemukulan gong. Kemarin, ada beberapa nama yang disebut-sebut sangat layak memimpin PMS lima tahun ke depan, yaitu DR Darwan Purba, DR JR Saragih, Parlindungan Purba SH, Irjen Pol (Purn) Edison Haloho, dan Juniver Girsang.
Darwan dalam pidato pembukaannya mengatakan, PMS adalah organisasi yang menjadi payung seluruh organisasi Simalungun. Dalam kesempatan tersebut, Darwan meminta kepada Pemkab Simalungun, Pemko Pematangsiantar, dan Pemprovsu untuk memberdayakan pegawai negeri sipil (PNS) etnis Simalungun.
Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Drs Koni Ismail Siregar mengatakan, Pemko sangat berkomitmen memelihara dan melestarikan budaya Simalungun. Pemko, serta mengawal adat dan budaya Simalungundan budaya lainnya terjaga di Kota Siantar.
Ditambahkannya., mari bersama kita bergandengan tangan menuju Pembaharuan di Kota P.Siantar, dengan cara terus saling menghargai perbedaan yang ada, namun perbedaan itu bukanlah menjadi permasalahan. Dengan ini, saya mengharapkan, dengan Harungguan Bolon (Rapat Kerja Nasional atau Rakernas) VII Partuha Maujana Simalungun (PMS) ini, dapat melahirkan seorang tokoh yang dapat mengayomi dan melestarikan budaya Simalungun.
Harungguan Bolon (Rapat Kerja Nasional atau Rakernas) VII Partuha Maujana Simalungun (PMS) ditandai dengan pemberian penghargaan kepada beberapa tokoh Simalungun, antara lain Prof Bungaran Saragih, DR Cosmas Batubara, Raja Sangnaualuh Damanik, Kalaiamsyah Sinaga, DR H Syamsudin N Sinaga SHm MH, Prof Ashmad Zen Umar Purba, DR E Djanner Sinaga, DR Usman Damanik MAk, Tuan Maja Purba, Rondahaim Saragih, Syah Alam Damanik, Drs Edison Djamer Haloho, Marjans Saragih, Drs Djabanten Damanik, Rajamin Purba SH, Mr Djaidin Purba, Dr Djasamen Saragih, DR Rizal Damanik, St AK Saragih, Pdt JP Siboro, Ustad Hasanuddin Sinaga, H Ulakma Sinaga, Ir AJ Langkat Purba, SP Sidadolog, Djasarlim Sinaga, Tralamnsyah Saragih, dan Bill Saragih.
Tampak hadir, Sekda P.Siantar Drs. Donver Panggabean, Asisten III Dontes Simatupang SE, Ka. Inspektorat Pardamean Silaen SH, Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah JA Setiawan Girsang SE, mantan Kadis PU Ir. Reinward Simanjuntak dll.
READ MORE - Lestarikan budaya Simalungun

Tumbuhkan Tridaya dalam Pembangunan


Wakil Wali Kota Siantar, Drs Koni Ismail Siregar mewakili Wali Kota meresmikan sumber air Tirta Sari di Jalan Sibatu-batu Blok III, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (21/10).
Sumber air Tirta Sari, sesuai penjelasan panita dengan panjang aliran 2,3 km, mampu memenuhi kebutuan air 300 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Bah Sorma dan Bah Kapul. Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gapura Jaya, Mansur menerangkan, dana pembangunan sumber air diperoleh dari dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perkotaan dan swadaya dari masyarakat setempat.
Untuk pembangunan sumber air, menghabiskan dana sebesar Rp99.451.000, di mana dana yang diperoleh dari swadaya sebesar Rp30.205.000. Mansur menambahkan, pembangunan sumber air dilaksanakan dengan mengutamakan azas kekeluargaan, dan seluruh warga terlibat dalam pengerjaan. "Kita sangat bangga akan daerah kita, walau hanya dikerjakan 13 orang tanpa ada imbalan, pekerjaan ini bisa selesai sekitar dua bulan, dan mampu dinikmati 300 KK," ujar Mansur.
Camat Siantar Sitalasari, Sofie M Saragih S.STP mengharapkan kepada masyarakat, agar memelihara dan menjaga sumber air agar untuk beberapa tahun ke depan masih bisa digunakan untuk menghidupi masyarakat. "Sumber air ini dibangun dengan sukarela dengan dana yang sedikit. Jadi, seluruh pihak diharapkan dapat memelihara," harapnya.
Wakil Wali Kota Siantar, Drs Koni Ismail Siregar menegaskan, Pemerinyah Kota P.Siantar, senantiasa berusaha menciptakan pemerataan pembangunan. "Kita akan rajin meninjau ke lapangan, kapan dan di mana saja daerah yang membutuhkan pembangunan, dengan 3 aspek Tridaya yakni Lingkungan, Sosial dan Ekonomi ".
Ditambahkannya, dengan program PNPM Perkotaan ini, kiranya harus disalurkan pada sasaran yang tepat demi menciptakan pemerataan pembangunan guna penanggulangan kemiskinan, mampu meberikan kontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia serta Pencapaian Millenium Development Goal’s ( MDGs) di masing-masing wilayah. "
Turut hadir, Anggota DPRD Alosius Sihite, Aga Munthe dan Chodri Horas Silitonga, Sekda Drs. Donver Panggabean, Ka. Bappeda Adhyaksa Purba SH, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan Edy Noah Saragih, Kadis PU Ir. Andres Tarigan, serta para Lurah diwilayah Kecamatan Siantar Sitalasari.
READ MORE - Tumbuhkan Tridaya dalam Pembangunan

Tingkat Kebersihan Menurun

Tingkat Kebersihan Menurun


Tingkat Kebersihan di Kota P.Siantar menurun. Demikian hal ini disampaikan Wakil Walikota P.Siantar Drs. Koni Ismail Siregar pada Apel bersama dengan perangkat Kelurahan dan Petugas Kebersihan se-Kecamatan Siantar Barat, di halaman Kantor BKD P.Siantar, Kamis (14/10).
Dikatakannya, dalama setahun ini, wilayah Kecamatan Siantar Barat sudah harus ada penataan kembali perangkat Petugas Kebersihan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan makin kotor nya areal Lapangan H. Adam Malik, Taman Bunga, Pasar Horas, pinggiran trotoar, dan aliran parit/ drainase yang sering tersumbat. Untuk itu, diminta agar pihak Kelurahan dan Kecamatan lebih meningkatkan pelayanan khususnya bidang Kebersihan.
Caranya, lebih mengefektifkan pengawasan dan penataan/ pembinaan, penambahan sarana dan prasarana penunjang kerja, antara lain penambahan sapu lidi, beko, plongki, sekop, cangkul, bak sampah dan perawatan spoleding. Dan juga, pembagian tugas yang merata, uang pembelian bahan bakar mobil pengangkut sampah serta honor petugas harus dibayarkan tepat waktu, bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi.
Sekretaris Kecamatan Siantar Barat Siddik S.STP melaporkan bahwa jumlah petugas saat ini 166 orang, terdiri dari 66 petugas Kecamatan, 43 petugas Kelurahan, 24 petugas di Pasar Horas, 25 petugas Dumptruck, 1 petugas pengangkat Amroll, 6 petugas Dumptruck di pasar Horas dan 1 petugas pengangkat Amroll di Pasar Horas.
Kegiatan selanjutnya melakukan peninjaun ke beberapa saluran parit/ drainase yang ada. Sesampainya di areal pekuburan Jl. Ade Irma, ditemukan saluran parit yang tertimbun tanah dan ditumbuhi oleh pohon.
Ikut dalam peninjaun, Staf Ahli bidang Pemerintahan Benar Sitepu SH, Kadis PU Ir. Adreas Tarigan, Kepala Bappeda Adyaksa Purba SH, Camat Siantar Utara Drs. Robert Samosir, Sekcam S.Barat Siddik S.STP, serta beberapa Lurah se- Kecamatan Siantar Barat.
READ MORE - Tingkat Kebersihan Menurun

Puskesmas Rindang di Kelurahan Gurilla



Usai meninjau beberapa saluran parit/ drainase di wilayah Kec.S.Barat, Wakil Walikota dan rombongan melanjutkan peninjauan kebeberapa Puskesmas. Betapa kaget nya Wakil Walikota dan rombongan saat tiba di lokasi Puskesmas di Kelurahan Gurilla yang rindang oleh rumput ilalang yang mengelilinginya, dan tak satupun petugas berada ditempat , setelah dipanggil 2 perawat boru saragih dan boru nhaloho baru datang.
“ Bagaimana memberikan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, kalau Puskesmas nya saja seperti ini, dan besok tolong menghadap ke Balai Kota Kepala Puskesmas nya ! geram Wakil Walikota P.Siantar Drs. Koni Ismail Siregar didampingiAsisten 1 Dontes Simatupang SE, Inspektur Pardamean Silaen dan pejabat lainnya.
Selanjutnya rombongan menuju Puskesmas Martoba, Bahbiak, Singosari, Martimbang. Ditempat tersebut, Wakil Walikota bangga dan senang dengan kondisi lingkungan yang bersih dan perhatian para perawat yang sedang piket.
Dalam arahannya kepada para petugas Puskesmas, beliau meminta agar lebih meningkatkan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, dengan bertanggungjawab dan sesuai ketentuan yang ada. Diterangkan lagi, bahwa beberapa Puskesmas di Kota P.Siantar, telah memiliki peralatan medis yang baik. Misalnya di Puskesmas Ksatria memiliki Laboratorium dan SINPUS ( Sistem Infromasi Puskesmas) dan rawat inap bagi ibu melahirkan, di puskesmas Martoba memiliki Unit Gawat Darurat ( UGD), di Puskesmas Parsoburan ada rawatan khusus bagi para Lansia.
Keberadaan Puskesmas tersebut menurut Wakil Walikota, harus menjadi contoh bagi Puskesmas lainnya. Dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi sarana dan prasarana penunjang lainnya, kelak berguna bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di Puskesmas.
READ MORE - Puskesmas Rindang di Kelurahan Gurilla

Camat Siantar Barat tidak hadir.


Wakil Walikota Drs.Koni Ismail Siregar

Minggu ke dua setalah masa tugas, Wakil wali Kota (Wawako) Drs Koni Ismail Siregar, Senin (4/10) sekira pukul 09.00 WIB, melakukan inspeksi mendadal (sidak) ke Kantor Kecamatan Siantar Barat di Jalan Bangau. Tapi ketika itu Camat Siantar Barat, Bayu Tampubolon serta Sekcam, M Siddik tidak hadir.
Kedatangan Wakil Wali Kota, Drs Koni Ismail Siregar melakukan sidak didampingi oleh Staf ahali Pemerintahan Benar Sitepu Kepala Isnpektorat, Drs Pardamaean Silaen Msi, Kakan Satpol, Mahaddin Sitanggang SH, Kabag Pemerintahan, Drs Rudi Dipo. Ketika itu rombongan Wakil Wali Kota hanya disambut Kasi Trantip D Lubis dan Kasi pemerintahan Kecamatan Siantar Barat.
Ketika sidang, Drs Koni Ismail Siregar meminta seleuruh jajaran pemerintahan di Kecamatan Siantar Barat agar menjaga 4 hal, yakni kedisiplinan, kebersihan, keramahtamahan dan kerapian. Katanya, kedisplinan kerja harus ditingkatkan dalam melayani masyarakat. Karenanya, camat, sekcam, kasi, lurah harus berada di kantor setiap jam kerja. Kalau memang ada tugas di lapangan, koordinasi dengan aparat bawahan.
"Saya minta agar seluruh aparatur memampangkan tentang Perda Nomor 6 tentang StrukturPemerintahan. Tolong, hal itu diingat dan jangan hanya sekedar terpampang. Hadirlah di kantor sesuai jam kerja dalam melayani tugas kemasyarakatan," tegasnya.
Koni juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di Kecamatan Siantar Barat dan kelurahan agar menjaga kebersihan lingkungan dengan mengaktifkan pengutipan sampah rumah tangga. Petugas kebersihan dengan armadanya (truk sampah) harus diaktifkan seefesien mungkin untuk menjaga kesemrautan pengelolaan samaph yang dapat menimbulkan penyakit, khususnya diare.
Dalam hal pengelolaan Pasar Horas yang kebetulan berada di Wilayah Kecamatan Siantar Barat, Wawako, Drs Koni Ismail dengan tegas meminta aparat pemerintah kecamatan untuk memberdayakan truk-truk pengangkut sampah untuk mengangkut sampah sesuai dengan jadwalnya. Dia juga meminta petugas pertamanan untuk menghijaukan lokasi-lokasi yang selama ini menjadi sumber udara segar di Pasar Horas. "Fungsikan lokasi taman di Pasar Horas benar-benar menjadi taman penghijauan, bukan difungsikan untuk kegiatan yang lain," harap Koni.
Setelah hampir 1 jam sidak, rombongan Wawako meninggal kan Kantor Camat Siantar Barat. Kepala Inspektorat, Drs Pardamean Silaen Msi menegaskan, pihaknya akan lebih tegas menindak pegawai yang tidak displin dalam melaksanakan tugas. Hal ini, katanya, sesuai dengan arahan yang di berikan Wali kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus SE dan Wakil Wali Kota, Drs Koni Ismail Siregar.
"Jika aparatur tetap berada di tempat kerjanya, tentu saja masyarakat yang hendak mendapat pelayanan tidak akan kecewa. Kita akan menerapkan good governance yang lebih baik lagi," ujar Pardamean sambil bergegas menuju mobil dinasnya.
Salahseorang staf kecamatan yang enggan disebut namanya, ketika ditanyai Metro tentang keberadaan Camat dan Sekcam Siantar Barat mengatakan, kedua pejabat tinggi kecamatan tersebut jarang masuk kantor. "Kalau sekcam, lebih sering datang sebentar dan pulang lagi. Mungkin ke lapanganlah," ujarnya.
READ MORE - Camat Siantar Barat tidak hadir.

Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)

Pemko Siantar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ducapil) Siantar berencana akan menerapkan sistem Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dalam rangka pemutakhiran data kependudukan.
Demikian dikemukakan Wali Kota Siantar, Hulman Sitorus SE, Senin (11/10) di ruang data Pemko. Katanya, sesuai UU nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, dan menindaklanjuti instruksi presiden nomor 1 tahun 2010 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional tahun 2010, yang me nyatakan penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan prioritas pembangunan nasional 2010 yang harus diselesaikan pada Desember 2010.
Oleh karena itu, pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Pemko akan melaksanakan kegiatan strategis nasional tersebut, meliputi, melaksanakan pemutakhiran data kependudukan tahun 2010, penerbitan NIK melalui tahapan penyambungan (online), dan penerapan E-KTP yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip yang diprogramkan secara bertahap pada tahun 2011 dan 2012.
Kegiatan pemutakhitan ini juga merupakan langkah untuk mendukung penerbitan NIK kepada seluruh penduduk di kota Siantar, sehingga diharapkan pada tahun 2011 seluruh penduduk Siantar telah memiliki NIK. Bahkan, lanjutnya, pelaksanakan SIAK di Siantar sudah online dari kecamatan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan juga sampai ke Provinsi Sumatera Utara.
Pemutakhiran ini juga harus dilaksanakan oleh karena kuantitas dan kualitas data kependudukan di Siantar belum optimal. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs Esron Sinaga MSi mengatakan, untuk melaksanakan hal tersebut, juga dirasa perlu memberikan petunjuk teknis terhadap petugas pencocokan dan penelitian (coklit) di setiap kantor camat. "Dalam hal ini, mereka akan dibimbing oleh Kabid Pelayanan dan Kependudukan, Mardiana, yang telah mengikuti pembekalan dan pelatihan di Jakarta," jelas Esron.
Esron merinci, untuk Kecamatan Siantar Utara jumlah peserta adalah 79 orang, Siantar Barat 89 orang, Siantar Timur 79 orang, Siantar Selatan 79 orang, Siantar Martona 70 orang, Siantar Sitalasari 59 orang, Siantar Marihat 79 orang, dan Siantar Marimbun 69 orang.
READ MORE - Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)

Pemko berdiri di atas seluruh perbedaan

PPTSB Minta Wali Kota Buka Raker di Parapat

Walikota P.Siantar Hulman Sitorus SE

Pengurus Cabang Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Kota Pematangsiantar berharap Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE, bersedia membuka rapat kerja (raker) PPTSB Kota Siantar di Hermina Hotel Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun,16-17 Oktober 2010.
Harapan tersebut disampaikan pengurus PPTSB Kota Pematangsiantar, yakni Drs TPR Sinaga, DD Sinaga SH, Jansen Sinaga (Ketua PPTSB), dan Herowhin Sinaga AP MSI , ketika beraudiensi dengan wali kota, di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus, Kamis (14/10).
Jansen dan rombongan menerangkan, raker PPTSB Kota Pematangsiantar bertujuan meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan organisasi dan Pengurus Cabang PPTSB. Raker ini bertema ‘Peningkatakan Kesatuan dan Persatuan PPTSB, dan subtema melalui raker PPTSB Cabang Siantar tahun 2010, kita wujudkan pemberdayaan yang berkualitas.
"Menuju raker ini, pengurus telah beberapa kali melakukan rapat, yakni 13 dan 18 September 2010 di Sekretariat PPTSB Siantar, Jalan Kesatria Lorong 28 Nomor 25. Dalam pertemuan pengurus ini, disepakati perlu diadakannya raker PPTSB Siantar untuk pemberdaan orgasnisasi dan pengurus," ujar Jansen diamini TPR Sinaga, DD Sinaga, dan Herowhin.
Dikatakan mereka, pada rapat terakhir pengurus PPTSB Cabang Siantar, 8 Oktober 2010 di Tiga Balata, dihasilkan enam kesimpulan, yakni pembentukan panita yang dituangkan dalam SK Nomor 12/PPTSB.CK/2010 yang diketuai Herowhin TF Sinaga AP MSi, yang dilengkapi lima seksi.
Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE kepada pengurus PPTSB mengatakan, Pemko berdiri di atas seluruh perbedaan. Karenanya, program pemerintah dalam hal sosial, budaya, dan keagamaan adalah mengarahkan perbedaan-perbedaan tersebut menuju kesuksesan bersama.
Untuk itu, kata Hulman, pihaknya akan mengajak seluruh tokoh agama, tokoh budaya, tokoh adat, dan tokoh masyarakat agar duduk bersama dan menyusun program pembangunan lima tahun ke depan. Tujuannya, agar pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Kota Siantar yang sangat heterogen.
Hulman berharap organisasi besar seperti PPTSB dapat bergandengan tangan dengan pemerintah membangun Kota Pematangsiantar. Sebab tanpa bantuan dari tokoh agama, tokoh budaya, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, maka pemerintah tidak akan mampu melaksanakan pembangunan dengan baik.
Usai pertemuan, Sekretaris PPTSB Kota Pematangsiantar, Drs Martogu Sinaga kepada METRO mengatakan, peserta raker diperkirakan 150 orang, yang terdiri atas penasehat dan pengurus cabang PPTSB, pengurus sektor, dan unsur-unsur pemangku adat.
Kata Martogu, bagi pengurus dan anggota yang tidak membawa kendaraan sendiri, panitia menyediakan bus dengan titik kumpul keberangkatan di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka (samping Gedung Juang 45).
READ MORE - Pemko berdiri di atas seluruh perbedaan

Memperingati Hari Jalan Kaki Sedunia,

Memperingati Hari Jalan Kaki Sedunia, Wali Kota Siantar, Hulman Sitorus SE besama sejumlah pejabat di jajaran Pemko Siantar bersama ribuan masyarakat didominasi pelajar dan mahasiswa, Minggu (10/10) Pukul 06.00 mengiktui gerak jalan kaki.
Rute awal gerak jalan di Lapangan H Adam Malik menuju Jalan Kartini, Jalan Adam Malik Ujung, Jalan Raya, Jalan Rajawali, Jalan Kasuari, Jalan Simanuk-manuk, Jalan MH Sitorus dan kembali ke Lapangan H Adam Malik.
Usai acara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, kebudayaan dan Pariwisata Siantar, Drs Nelson Siahaan menjelaskan, kegiatan merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kota Siantar dan di Indonesia. "Jumat lalu, Disporabudpar Provinsi Sumatera Utara menyurati Pemko Siantar melalui Disporabudpar Kota Siantar, meminta agar mengajak masyarakat untuk berjalan kaki dengan melaksanakan langsung dengan jalan santai bersama masyarakat. Walau mendadak, kegiatan ini mendapat dukungan dari mayarakat yang sadar bahwa olahraga sangat penting bagi kesehatan," kata Nelson.
Nelson menjelaskan, jalan kaki merupakan olah raga yang dapat dilakukan semua kalangan karena tidak membutuhkan biaya, sederhana dan sehat serta ramah lingkungan. "World Walking Day, merupakan bentuk kampanye dunia untuk mengurangi polusi udara akibat pemakaian kendaraan dalam setiap aktifitas," ungkapnya.
Sementara Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri 8 Pematangsiantar, Drs Nelson Siagian yang ikut dalam acara jalan kaki mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan serta perlu dibudayakan kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi.
"Kami mengimbau para pelajar membudayakannya, bukan hanya sekedar saat mengikuti acara peringatan hari olahraga, tetapi setiap hari. Bangun pagi, dilanjutkan dengan olahraga pagi menghirup udara segar sebelum melaksanakan aktifitas sehari-hari akan mendatangkan rasa segar pada tubuh," kata Siagian.
Turut hadir dan berpartisipasi dalam acara jalan kaki sedunia, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Drs Esron Sinaga, Kadis Perhubungan Viktor Sirait, Kepala Inspektorat Drs Pardamean Silaen, Kakan Kesbanglinmasm Lincoln Tampubolon, Kadis Peternakan dan Perikanan, Jhon Simon Pahpahan serta sejumlah pejabat dan PNS di jajaran SKPD Pemko Siantar.
READ MORE - Memperingati Hari Jalan Kaki Sedunia,

110 Calhaj Kota P.Siantar



Pemberangkatan 110 calon jamaah haji (calhaj) Kota Pematangsiantar diiringi linangan air mata keluarga, Selasa (12/10). Sebanyak 110 calhaj Pematangsiantar dilepas Wali Kota Hulman Sitorus SE didampingi Wakil Wali Kota Drs Koni Ismail Siregar serta Unsur Muspida Plus dari halaman Balai Kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus mengharapkan selurih calhaj bisa menjadi haji yang maqbul dan mabrur. Hulman juga mengharapkan agar seluruh rangkaian ibadah, sejak berangkat hingga pulang ke tanah air, selalu diridhoi Tuhan yang Maha Esa.
"Semoga yang berangkat 110 orang, pulangnya juga 110 orang, dan keseluruhannya dalam keadaaan sehat walafiat," harap wali kota.
Wali kota juga menyampaikan, para jamaah haji dapat dikatakan sebagai duta bangsa di negara tujuan, dan diharapkan agar tetap saling menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan.
"Anda juga harus mampu menunjukkan bagaimana sebenarnya bangsa Indonesia. Anda adalah duta bangsa, jadi berikan yang terbaik untuk bangsa," kata wali kota.
Sepulangnya dari tanah suci, sambung wali kota, hendaknya para jamaah haji menjadi berkah bagi lingkungan sekitar, dan bagi kota Pematangsiantar.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pematangsiantar melalui Kepala Urusan Haji, Iwan Zulhami melaporkan, dari 110 calhaj yang berangkat, 35 orang laki-laki dan 75 jamaah perempuan. Mereka, sambungnya, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) III Embarkasi Bandara Polonia Medan.
Calhaj termuda berusia 29 tahun 10 bulan atas nama Khairul Anwar Siregar bin Parlaungan Siregar, dan yang tertua berusia 85 tahun atas nama Ibrahim Parapat bin Ahmad Ridon.
Iwan melanjutkan, para calhaj tersebut berangkat ke tanah suci hari ini, Rabu (13/10) pukul 14.00 WIB dari Bandara Polonia Medan, menumpang pesawat Garuda Indonesia nomor flight GA 3102. Lalu mendarat di Bandara Amir Mahmud Madinah Al Munawarah, dan kembali ke tanah air, Selasa (23/11) dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia nomor flight GA 3202. Selama di Makkah, para jamaah haji akan tinggal di Maktab Syisyah nomor 9.
 
READ MORE - 110 Calhaj Kota P.Siantar

SMAN 4 masih di Jalan Pattimura.

Dualisme lokasi SMA Negeri 4-di Jalan Pattimura dan Jalan Gunung Sibayak-langsung diselesaikan Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus SE. Hulman menegaskan, proses belajar dan mengajar SMAN 4 ditetapkan masih di gedung Jalan Pattimura.
Demikian ditegaskan Hulman dalam rapat koordinasi dengan pihak–pihak terkait perihal keberadaan SMAN 4, di Ruang Data Pemko. Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Drs Koni Ismail Siregar, Sekdako Drs Donver Panggabean MSi, Asisten I Leonardo Simanjuntak SH MHum, Kadisdik Drs Jonson Simanjuntak, staf ahli Midian Sianturi, Dewan Pendidikan Kota (DPK), PGRI, Koordinator Guru SMAN 4 Jalan Pattimura, Kakan Satpol PP Mahaddin Sitanggang SH, Kabag Humas dan Protokoler Drs Julham Situmorang, dan Kabag Tapem.
Dalam rapat tersebut, terdengar masukan-masukan dari pihak-pihak terkait yang umumnya meminta Pemko Pematangsiantar melakukan peninjauan kembali atas kebijakan yang selama ini terjadi di SMAN. Setelah mendengarkan sejumlah saran, wali kota meminta Kadisdik mempersatukan kembali proses belajar siswa SMAN 4 Pematangsiantar. Hulman juga memerintahkan Kadisdik segera memberikan Nomor Induk Siswa (NIS) bagi siswa SMAN 4 yang belum menerimanya, khususnya yang selama ini belajar di Jalan Pattimura.
Hulman mengaskan, untuk mengatasi masalah yang terjadi di SMAN 4, dia selalu berharap adanya masukan-masukan dari unsur komite, PGRI, DPK, serta pihak sekolah. Dengan demikian, dalam membuat suatu keputusan dia tidak akan salah dan tidak ada yang dirugikan.
"Tolong berikan masukan-masukan kepada saya, agar seluruh kebijakan yang akan dikeluarkan penuh kehati-hatian, agar tidak ada yang dirugikan dan tidak menyalahi aturan," ujar Hulman.
Komite SMAN 4, Ahmad Mangantar Manik kepada METRO membenarkan hasil rapat koordinasi antara wali kota dengan jajaranya bersama pihak-pihak yang terkait di SMAN 4, yakni menyatukan proses belajar dan mengajar di gedung Jalan Pattimura.
"Kami bangga dengan keputusan ini, dan kami akan menghadiri rapat-rapat lanjutan, untuk menyelesaikan permasalahan di SMAN 4," kata Mangantar, yang juga mantan Anggota DPRD Pematangsiantar periode 2004-2009.
Ketua DPK Pematangsiantar, M Natsir Armaya Siregar juga menyambut baik hasil rapat dengan wali kota. Alasannya, sudah terlihat niat baik dari Pemko untuk menyelesaikan permasalahan di SMAN 4 yang telah merugikan dunia pendidikan dan juga masa depan anak-anak.
READ MORE - SMAN 4 masih di Jalan Pattimura.

Tak Cocok untuk Pendidikan

Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus mengatakan, sebenarnya lokasi SMAN 4 Jalan Pattimura sudah tidak cocok lagi dijadikan sebagai lokasi pendidikan. Meski begitu, dirinya mengatakan proses melanjutkan rencana ruilslag masih jauh untuk dibicarakan. "Kalau ruilslag, nanti dululah kita bicarakan. Itu masih jauh," ujar Hulman kepada sejumlah wartawan saat menuju pulang setelah peletakan batu pertama pembangunan gedung RSUD dr Djasamen Saragih, kemarin.
Hulman mengatakan, menurut undang-undang tata ruang provinsi, lokasi SMAN 4 di jalan Pattimura tidak sesuai sebagai zona pendidikan. Bahkan, katanya, kalau merunut undang-undang tersebut, bukan hanya lokasi SMAN 4 dan SDN 122350 yang akan dipindahkan, tetapi juga lokasi SMPN 1.
"Tapi pembicaraan ke arah situ kan masih jauh. Masih jauhlah pokoknya," ujar Hulman.
Ditanya apakah jika beberapa sekolah tersebut dipindahkan, selanjutnya lokasi tersebut digantikan sebagai zona bisnis, Hulman mengatakan hal tersebut sedang dipelajari. "Ini masih akan kita rapatkan," ujarnya.
Hulman juga mengaku harus serius dan hati-hati dalam membahas masalah ini. "Sebenarnya ini cukup sulit dan pembahasannya harus hati-hati. Kalau memang lokasi itu tak cocok untuk lokasi pendidikan, berarti ada beberapa sekolah lagi yang harus dipindah. Makanya harus benar-benar serius dipelajari," sambung mantan anggota DPRD Pematangsiantar ini.
Sementara Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga saat ditanyai pendapatnya terkait ruilslag SMAN 4, mengatakan, jangan menganggap ruilslag sebagai hal yang haram. Selama sesuai dengan prosedur yang benar, tentunya proses itu bisa tetap berjalan. Ditanya apakah proses ruilslag yang berjalan selama ini tidak sesuai prosedur, Timbul mengatakan, kalau sesuai prosedur, pasti pelaksanaannya sudah berjalan. "Kalau sesuai prosedur, pasti sudah berjalan," tukas Timbul.
READ MORE - Tak Cocok untuk Pendidikan

80 Orang pengidap HIV/AIDS di RSUD

Hingga tahun 2010, jumlah pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar mencapai 80 orang. Hampir keseluruhan penderita HIV/AIDS tersebut berlatar belakang pengguna narkoba.
Demikian keterangan disampaikan Direktur RSUD dr Djasamen Saragih, dr Ronald Saragih melalui Kabag Humas dr Laurensius Purba, Rabu (6/10).
Laurensius mengatakan, jumlah tersebut bertambah sangat signifikan pada tahun 2010. Dijelaskannya, sesuai data tahun 2009, jumlah pasien positif HIV/AIDS sebanyak 50 orang.
"Itu adalah semua penderita yang didata dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Laurensius. Lanjutnya, tahun ini ada penambahan 30 penderita. "Jadi semua pasien ada 80 orang," jelasnya lagi.
Lebih lanjut Laurensius menjelaskan, rata-rata usia penderita HIV/AIDS tersebut 30-40 tahun, dan mayoritas tertular melalui jarum suntik, dan seorang yang tertular karena hubungan seksual. Akhir Agustus lalu, lanjut Laurensius, ada dua pasien HIV/AIDS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pematangsiantar yang meninggal dunia, dan keduanya masih status tahanan kejaksaan.
Masih kata Laurensius, untuk pendanaan perobatan seluruh pasien HIV/AIDS, pihaknya menggunakan dana dari Global Fund to AIDS, Tuberculosis, and Malaria (GFATM). "Selama ini kan mereka dapat perobatan gratis. Soalnya didanai oleh GFATM. Mereka biasanya datang sekali sebulan," jelas Laurensius.
Namun, kata Laurensius, kontrak dengan GFATM tersebut sudah habis September lalu. "Namun masih ada sisa dananya untuk diteruskan bagi perobatan mereka sampai saat ini," ujar Laurensius sembari mengatakan biasanya MoU dengan GFATM dilaksanakan setiap enam bulan sekali, namun jumlah dana tidak disebutkannya.
Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE mengatakan, pihaknya akan kembali menghidupkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Wali kota mengatakan, bahaya HIV/AIDS memang sudah cukup mengancam Pematangsiantar.
READ MORE - 80 Orang pengidap HIV/AIDS di RSUD
 

Copyright 2010 Berita | Theme designed by Smart template