Tak Cocok untuk Pendidikan

Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus mengatakan, sebenarnya lokasi SMAN 4 Jalan Pattimura sudah tidak cocok lagi dijadikan sebagai lokasi pendidikan. Meski begitu, dirinya mengatakan proses melanjutkan rencana ruilslag masih jauh untuk dibicarakan. "Kalau ruilslag, nanti dululah kita bicarakan. Itu masih jauh," ujar Hulman kepada sejumlah wartawan saat menuju pulang setelah peletakan batu pertama pembangunan gedung RSUD dr Djasamen Saragih, kemarin.
Hulman mengatakan, menurut undang-undang tata ruang provinsi, lokasi SMAN 4 di jalan Pattimura tidak sesuai sebagai zona pendidikan. Bahkan, katanya, kalau merunut undang-undang tersebut, bukan hanya lokasi SMAN 4 dan SDN 122350 yang akan dipindahkan, tetapi juga lokasi SMPN 1.
"Tapi pembicaraan ke arah situ kan masih jauh. Masih jauhlah pokoknya," ujar Hulman.
Ditanya apakah jika beberapa sekolah tersebut dipindahkan, selanjutnya lokasi tersebut digantikan sebagai zona bisnis, Hulman mengatakan hal tersebut sedang dipelajari. "Ini masih akan kita rapatkan," ujarnya.
Hulman juga mengaku harus serius dan hati-hati dalam membahas masalah ini. "Sebenarnya ini cukup sulit dan pembahasannya harus hati-hati. Kalau memang lokasi itu tak cocok untuk lokasi pendidikan, berarti ada beberapa sekolah lagi yang harus dipindah. Makanya harus benar-benar serius dipelajari," sambung mantan anggota DPRD Pematangsiantar ini.
Sementara Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga saat ditanyai pendapatnya terkait ruilslag SMAN 4, mengatakan, jangan menganggap ruilslag sebagai hal yang haram. Selama sesuai dengan prosedur yang benar, tentunya proses itu bisa tetap berjalan. Ditanya apakah proses ruilslag yang berjalan selama ini tidak sesuai prosedur, Timbul mengatakan, kalau sesuai prosedur, pasti pelaksanaannya sudah berjalan. "Kalau sesuai prosedur, pasti sudah berjalan," tukas Timbul.
 

Copyright 2010 Berita | Theme designed by Smart template